Just another WordPress.com site

Ivan

Andy

Frisilya Isti Uktolseya

Electrical Engineering Department,

Faculty of Industrial Technology Petra Christian University Siwalankerto 121-131

, Surabaya 60256

Email: m23409021@john.petra.ac.id, m23408001@john.petra.ac.id, m23408020@john.petra.ac.id

frisilya09.wordpress.com

ivan23408001.wordpress.com

andyhoo.wordpress.com

ABSTRAK

 

Dunia Telekomunikasi berkembang begitu pesatnya di Indonesia seiring munculnya teknologi telepon tanpa kabel (Wireless Telephone). Teknologi telepon tanpa kabel yang dikembangkan di Indonesia terdiri dari dua platform yaitu teknologi GSM (Global system for Mobile Comunication ) dan CDMA (Code Division Multiple Access). Masing-masing operator telekomunikasi memiliki jaringan yang beragam terkait dengan luas jangkauan areanya. Area terkecil dari layanan telepon tanpa kabel disebut cell. Oleh karena itu telepon tanpa kabel disebut juga telepon seluler. Untuk satu area cell biasanya terdapat satu perangkat BTS (Base Transceiver Station). Banyaknya BTS yang dimiliki oleh sebuah operator telepon seluler menyebabkan munculnya kesulitan khususnya banyaknya data untuk masing – masing BTS yang terkait kegiatan operasional dan perawatan yang dilakukan dilapangan oleh para  pelaksana lapangan. Namun sering kita lihat bahwa BTS ini membutuhkan dana yang cukup besar.

Dalam survey ini akan diberikan gambaran tentang penggunaan Software Defined Radio Untuk BTS GSM. OpenBTS (Open Base Transceiver Station) adalah sebuah BTS GSM berbasis software, yang memungkinkan handphone GSM untuk menelepon tanpa menggunakan jaringan operator selular. Open BTS dikenal sebagai implementasi open source pertama dari protokol standard industri GSM. Biaya yang di kenakan pada OpenBTS ±15-25 juta rupiah. Manfaat dari pengembangan OpenBTS ini adalah untuk mengurangi biaya layanan GSM di wilayah rural di negara berkembang agar bisa ditekan menjadi di bawah US$1 per bulan per pelanggan. Seperti yang kita ketahui bahwa lapangan pertama yang melakukan OpenBTS yaitu di Nevada dan California Utara, Amerika Serikat.

Kata kunci : OpenBTS (Open Base Transceiver Station), software, GSM, BTS CDMA

PENDAHULUAN
Pada umumnya telekomunikasi di dunia, saat ini sangat berkembang. komunikasi adalah sesuatu yang penting bagi manusia, berabad – abad manusia berkembang untuk melakukan telekomunikasi yang berkembang, mulai dari bahasa tubuh sampai melalui suara . pesatnya telekomunikasi berkembang tentunya makin membutuhkan dan menciptakan media – media pendukung baru yang terus di kembangkan unutk makin menyempurnakan telekomunikasi itu sendiri. Dengan adanya internet, telepon seluler dan berbagai media komunikasi yang digunakan, manusia telah lebih mudah untuk berkomunikasi dengan orang lain atau orang sekitarnya, tanpa harus pergi ke suatu tempat untuk bertemu secara langsung. Manusia hanya bisa langsung menelepon atau e-mail. Saat ini telah kita lihat bahwa setiap masyarakat di dunia telah memiliki / mempunyai telepon seluler, namun masalah penggunaan/pemakaian telepon seluler ini masih kurang begitu di mengerti oleh masyarakat yang bertempat tinggal di daerah-daerah terpencil. Seperti yang kita ketahui bahwa penggunaan BTS ini sangat di butuhkan bagi masyarakat yang daerahnya tidak mendapat layanan operator selular, serta OpenBTS ini juga sangat penting saat ada bencana alam. Telekomunikasi di masyarakat ini membantu masyarakat untuk mampu mentransmisikan informasi, membantu untuk penyebaran teknologi akan lebih cepat.
• Permasalahannya
Masalah yang timbul adalah peran dari masyarakat memilih atau menggunakan teknologi yang benar tersebut masih kurang. Seringkali masyarakat melakukannya hanya dengan tindakan yang sangat konsumtif sehingga laju pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan sumber daya manusia untuk menjadi produsen atau menghasilkan suatu produk sangat kurang.
Perubahan demi perubahan yang mengubah life style masyarakat ini akan memiliki banyak keuntungan. Hal ini dibuktikan banyaknya fenomena peningkatan secara pesat di bidang sosial, bisnis dan industri.
Tetapi hal itu tidak akan menjadi masalah jika masyarakat tidak harus membeli teknologi tersebut. Hal ini akan memberikan efisiensi kepada masyrakat untuk bisa menggunakan tekologi informasi dan telekomunikasi.
• Tujuannya
Tetapi dengan adanya perkembangan IT dan telekomunikasi ini yang terpenting adalah solusi untuk memecahkan opsi, bagaimana masyarakat memilih teknologi tersebut untuk digunakan sebagai solusi yang termudah untuk menyelesaikan permasalahan hidup, baik sosial, bisnis, industri dan lain sebagainya.
Keuntungan yang akan diperoleh untuk mengerti dan mengakses perkembangan teknologi informasi, yaitu masyarakat dapat mengerti dan mengaplikasikan informasi yang diinformasikan tersebut menjadi sebagai solusi untuk menyelesaiakan problem dalam kehidupan bermasyarakat, dan kecepatan dalam mengakses informasi akan cepat sehingga kita bisa mengerti kesulurahan perubahan dalam dunia global dan mengikuti perkembangan tersebut. Sehingga kualitas masyarakat akan semakin lebih maju dan berkembang.

SEJARAH OpenBTS  [17]

Proyek ini dimulai oleh Harvind Samra dan David A. Burgess .  proyek ini dapat mengurangi biaya penyediaan layanan GSM di daerah pedesaan. . Para pengembang asli bekerja pada proyek memiliki akses ke spektrum berlisensi tes, tetapi sebelumnya telah menghadapi sengketa hukum (sekarang diselesaikan) lebih dari sebelumnya kerja terkait yang berarti bahwa beberapa tingkat bawah kode GSM sedang ditulis ulang.
OpenBTS ini menggantikan infrastruktur tradisional operator GSM. Dari yang biasanya trafik diteruskan ke Mobile Switching Center (MSC), pada OpenBTS trafik diterminasi pada box yang sama dengan cara mem-forward data ke Asterisk PBX melalui SIP dan Voice-over IP (VoIP). Referensi air interface (Um) menggunakan software-defined radio (SDR) pada Universal Software Radio Peripheral (USRP) USB board.

Tujuan dari pengembangan OpenBTS ini adalah untuk mengurangi biaya layanan GSM di wilayah rural di negara berkembang agar bisa ditekan menjadi di bawah US$1 per bulan per pelanggan.Tes lapangan pertama dilakukan di Nevada dan California Utara, Amerika Serikat.
Tahun 2010, sebuah sistem OpenBTS di pasang secara permanen di Nieu dan merupakan instalasi pertama yang tersambung dan dicoba oleh perusahaan telekomunikasi di sana. Niue adalah sebuah negara yang sangat kecil dengan penduduk sekitar 1700 orang yang tidak menarik bagi penyelenggara telekomunikasi mobile. Struktur biaya OpenBTS sangat cocok untuk Niue yang sangat mendambakan layanan selular tapi tidak bisa membeli sistem base station GSM konvensional.

Perkembangan OpenBTS  [1]

OpenBTS adalah salah satu perangkat penunjang telekomunikasi open source yang dapat di kembangkan secara luas dengan bebas. OpenBTS membuat setiap orang dapat membuat layanan telekomunikasi sendiri layaknya seperti radio amatir, semua orang dapat membangunnya sendiri, entah itu di lingkungan tempat tinggalnya, lngkungan kantornya, lingkungan sekolahnya dan lingkungan lainnya, jika memang merasa sangat membutuhkan. cara kerjanya pun seperti BTS operator SELULAR GSM pada umumnya, anda tinggal membeli sebuah hp GSM dan hubungkan dengan jaringan dengan terlebih dahulu melakuakn koneksi dengan jaringan OpenBTS yang anda telah buat. biaya pembuatannya pun masih cukup relevan jika di bandingkan dengan membuat BTS seperti layaknya BTS operator saat ini. butuh sekitar kurang lebih 3000 USD dana yang perlu di investasikan (info dari pakarnya di indonesia Kang Onno W. Purbo)
Tetapi kita bisa buat BTS, namun sampai saat ini pemerintah belum melegalkan OpenBTS, karna yang namanya BTS dan bicara gelombang kita tetap butuh ijin. Besar harapan nantinya bisa berkembang seperti gelombang 2.4Ghz yang dapat di gunakan dengan bebas. Jikapun nantinya OpenBTS di legalkan tentunya pasti akan banyak bermunculan penyedia jasa telekomunikasi, dan ini tentunya dapat membunuh perusahaan perusahaan yang saat ini memang secara profesional bekerja di bidang itu. Tetapi perlu di lihat lebih jauh dengan adanya tantangan yang di hadapi oleh operator – operator profesional tentunya akan membuat mereka lebih berusaha menjadi lebih baik mungkin dengan menghasilkan teknologi yang baru sehingga dengan adanya openBTS secara tidak langsung akan membuat perkembangan telekomunikasi di indonesia akan berkembang sangat cepat dan tentunya murah.
Tentunya pemerintah mendapat sedikit “tekanan” dari penyedia jasa telekomunikasi profesional saat ini, karna tentunya sedikit tidaknya pendapatan mereka untuk layanan telekomunikasi akan berkurang dengan adanya openBTS, tetapi perlu di ingat jangan buat penyedia jasa telekomunikasi kita menjadi manja, berikan mereka tantangan, dengan adanya OpenBTS mau tidak mau penyedia jasa profesional tentunya akan lebih berani mencari terobosan-terobosan baru atau mungkin mengimplementasikan teknologi terbaru dengan “PROFESSIONAL” agar tidak di tinggalkan pelanggannya.
Gambar di bawah ini memberikan gambaran tentang komponen yang digunakan. Perangkat keras utama adalah Universal Software Ettus ‘Radio Peripheral (USRP), terhubung melalui USB ke PC standar menjalankan aplikasi OpenBTS dan Asterisk. Bagian RF RX titik akses GSM terdiri dari antena tanah pesawat sederhana (kaki tiga) dan sebuah duplekser. RF TX jalan pertama didorong oleh sekitar 25dB dan kemudian makan melalui duplexer. Daya TX adalah sekitar 0 dB ERP.

Hardware

Tabel Hardware specifications[10]

Type Specifications
Computer Dell Optiplex 17OL, with a 2.4 Ghz processor and 1 Go RAM
USRP USRP 1 Rev 4.5 board – bought from http://www.ettus.com
Daughterboard 1 RFX 1800, 1.5-2.1 GHz tranceiver, 100+mW output
Antenna VERT 900, 824-960 mhZ, 1710-1990 mhZ Quad-band Cellular/PCS and I SM B and vertical Antenna, 3dBi Gain, 9 Inches, works with WBX, RFX900, RFX1800
Clock TXCO 52.0MHz, frequency stability:±(max) ppm, operational temperature; -20 to 700C. Cost approximately 13 USD
SIM Card Reader/Writer 12in1 SIM Card USB Card Reader/Writer Copier Cloner GSM. Bought from www.1powershop.com for approximately 14 USD
2 Mobile phones Nokia 6680 adn Nokia N95

USRP[16]

The USRP is equipped with two 1800MHz daughterboards.

Amplifier

Duplexer

Kathrein Type No. 792 542 (1710-1785/1805-1880).

Antenna

Selain dari hardware di atas ada juga beberapa hardware lainnya, yaitu :

–   unlocked telepon selular

–  Kartu SIM (lebih disukai bagi mereka dengan kemungkinan untuk mengedit daftar jaringan).
Telepon, komputer genggam dan SIM Card dapat ditemukan langsung dari Research Ettus.

Software  [3]

PC yang di gunakan harus bersistem operasi Linux karena jauh lebih reliable untuk aplikasi ini.

Ada tiga 3 software aplikasi besar yang digunakan pada PC base station GSM ini yaitu:

1. OpenBTS    [www.sourceforge.net/projects/openbts/]

merupakan software yang menjalankan fungsi Base Station di PC agar dapat berkomunikasi dengan handset selular.
2. Asterisk    [www.asterisk.org/download]

merupakan software sentral telepon yang digunakan juga di VoIP Rakyat.
3.Jabber     [www.brothersoft.com/downloads/jabber.html]

merupakan software untuk chatting yang dapat kita gunakan untuk SMS. Jabber dapat dengan mudah di integrasikan ke Asterisk seperti yang dilakukan juga di VoIP Rakyat.

Semua software maupun sistem operasi yang digunakan adalah open source yang sangat tangguh. Perlu dicatat disini bahwa OpenBTS bekerja menggunakan protokol SIP yang persis sama dengan protokol yang digunakan oleh Asterisk. Hal ini memudahkan proses interaksi antara OpenBTS ke sentral telepon Asterisk pada sebuah komputer yang sama. SMS dari handphone di akali oleh OpenBTS agar dapat berinteraksi mengunakan protokol XMPP yang digunakan pada Jabber.

Perangkat Lunak yang lain yaitu :

– GNU / Linux – Ubuntu 8,04-32 bit

– OpenBTS 2,3

– GNURadio 3.1.3

– C++ Meningkatkan 1,37

Semua software maupun sistem operasi yang digunakan adalah open source yang sangat tangguh. Perlu dicatat disini bahwa OpenBTS bekerja menggunakan protokol SIP yang persis sama dengan protokol yang digunakan oleh Asterisk. Hal ini memudahkan proses interaksi antara OpenBTS ke sentral telepon Asterisk pada sebuah komputer yang sama. SMS dari handphone di buat oleh OpenBTS agar dapat berinteraksi mengunakan protokol XMPP yang digunakan pada Jabber.

OpenBTS versi Komersial

Versi Komersial OpenBTS bisa diperoleh dari   http://www.rangenetworks.com.

Ada dua (2) versi OpenBTS yang dijual oleh Range Networks

  1. Distribusi Public menggunakan lisensi AGPLv3, cocok untuk pendidikan dan experimen / pengembangan. Tapi tidak cocok untuk instalasi komersial.
  2. Distribusi Komersial menggunakan EULA dan di bundel dengan hardware Range Networks. Versi komersial termasuk banyak fitur carrier-grade seperti Multi-ARFCN, billing, provisioning, prepaid, struktur data base, mobility dan sebentar lagi cell-to-cell handoff dan data (GPRS, EDGE dan UMTS).

Sebuah produk OpenBTS komersial akan memungkinkan kita untuk bermain dengan versi fully featured commercial dari OpenBTS yang sangat cocok untuk proyek disaster recovery. Range Networks memberikan banyak versi komersial OpenBTS base stations dari 100 mW sampai 50 W dalam berbagai variasi pilihan packaging, power supply, frequency band operation dan performance. Prices range dari $5,995 sampai $15,995 tergantung pada pilihan konfigurasi (USD FOB San Francisco).

Base Station OpenBTS dapat di upgrade secara software dari 2G ke 3G sebagai pilihan konfigurasi. Range Networks juga memberikan training berbayar, customer support, kontrak maintenance dan software upgrades (contohnya untuk 2G ke 3G atau single-ARFCN ke multiple-ARFCN). Range Networks mempunyai banyak sistem yang di install di seluruh dunia termasuk di T-Mobile, Orange, Telefonica SA, AT&T, Kasi Mobile, Telecom Niue, Raytheon, Qualcomm, RIM, Samsung, SRI, BBN, SAIC, General Dynamics, Lockheed-Martin and banyak lagi.

Cara Kerja OpenBTS

Cara kerja OpenBTS sama sekali berbeda dengan BTS operator seluler. Traffic yang lazimnya diteruskan ke Mobile Switching Center, pada OpenBTS diterminasi pada boks yang sama dengan cara meneruskan data ke Asterisk PBX melalui SIP dan Voice-over-IP (VoIP).

Pada sistem openBTS, basis yang kita gunakan adalah VoIP (Voice Over Internet Protocol). Dasar jaringan ini dapat menggunakan WiFi di 2.4GHz, WiMAX di 2.3GHz maupun Satelit selama berbasis Internet dengan menjalankan VoIP berprotokol SIP seperti VoIP yang digunakan di Next Generation Network (NGN).

Pada saat uji coba, OpenBTS mampu meneruskan sinyal dari berbagai jenis ponsel, dari ponsel jadul hingga smartphone. Namun, untuk ponsel model lama, sambungan telepon agak tersendat karena frekuensi yang dipancarkan kurang stabil atau clock reference-nya berubah-ubah. Adapun pada telepon pintar mampu menyesuaikan jika terjadi pergeseran frekuensi. Bagi yang ingin menggunakan ponsel code division multiple access (CDMA) dengan OpenBTS, pengguna harus mengganti programnya terlebih dulu.

  • Pengaturan OpenBTS dalam telepon seluler :

–  Pengaturan telepon penting untuk OpenBTS tes. Pertama Anda perlu memastikan pengaturan jaringan GSM adalah kesepakatan untuk band yang telah Anda pilih pada file OpenBTS.config.

–  Sebuah kartu SIM operator yang dilengkapi dengan daftar jaringan pilihan. Ini juga disebut daftar PLMN (Public Land Jaringan Mobile) yang disusun oleh Kode Negara Kode Mobile dan Mobile Network (PKS-MNC).

–   Untuk menjamin bahwa telepon akan memulai pemindaian jaringan, Anda harus menempatkan Anda sebagai jaringan PLMN pilihan pertama.

–    Bila telepon terdaftar pada jaringan itu mendapat (Temporary Mobile Subscriber Identity) TMSI. TMSI secara acak ditugaskan oleh VLR untuk setiap ponsel di daerah tersebut. Ini baik untuk menghapus TMSI untuk mendapatkan pendaftaran pertama pada OpenBTS. Sebuah cara untuk melakukannya adalah untuk mematikan telepon dan melepas baterai.

Pada OpenBTS ini bisa mengirim sms. Smqueue adalah RFC-3428 store and forward server, digunakan untuk mendukung SMS di instalasi OpenBTS. Smqueue bersama Asterisk memberikan layanan SMS routing. Smqueue di distribusikan di OpenBTS releases 2.5 dan selanjutnya. Smqueue menggunakan sebagian dari source code OpenBTS, tapi mempunyai dependensi yang sangat berbeda dan dapat di jalankan di mesin yang berbeda dari mesin OpenBTS itu sendiri. Karena perbedaan ini, smqueue bukan merupakan bagian normal dari aplikasi OpenBTS. [14]

Untuk membuat smqueue, masuk ke smqueue directory dan tulis :

make -f Makefile.standalone

Jika ada error, kemungkinan karena osip2 yang kadaluarsa. Kita membutuhkan osip2 3.3 atau yang lebih baru.

Jika menggunakan g++ > 4.3 kemungkinan kita akan memperoleh error saat kompilasi. Set makefile menjadi g++-4.3 seharusnya ok.

Karena sejak release 2.5, smqueue menggunakan Asterisk SIP registry untuk mencari address & melakukan message routing. Oleh karenanya smqueue harus

jalan sebagai root dan di jalankan di mesin yang sama dengan asterisk.

Di bawah ini merupakan contoh sms dan panggilan yang dilakukan:

Kelebihan OpenBTS :

  1. Open BTS merupakan salah satu aplikasi dari telekomunikasi yang menganut sistem open source. Jadi teknologi ini dapat dikembangkan secara bebas.
  2. kita dapat melakukan komunikasi  tanpa menggunakan operator selular.
  3. Open BTS sangat penting dipergunakan pada keadaan tertimpa bencana. karena jauh dari BTS operator selular atau karena hancurnya BTS karena bencana
  4. OpenBTS ini lebih murah, hemat energi, dan dapat diatur sesuai kebutuhan.
  5. komunikasi ini juga memberikan biaya layanan yang sangat murah
  6. OpenBTS mampu meneruskan sinyal dari berbagai jenis ponsel, dariponsel jadul hingga smartphone.
  7. OpenBTS ini akan sangat bermanfaat membangun infrastruktur telekomunikasi di kawasan pedalaman.

Kelemahan OpenBTS :

  1. Pada ponsel model lama, sambungan telepon agak tersendat karena frekuensi yang dipancarkan kurang stabil atau clock reference-nya berubah-ubah.
  2. Bisa menggunakan ponsel CDMA, namun harus mengganti programnya dulu.

Kesimpulan :

  • Seperti yang telah kita baca dari paper ini dapat kita ketahui bahwa OpenBTS ini memberikan dampak positif bagi suatu daerah. OpenBTS juga jika di buat akan memberikan banyak keuntungan dan manfaat, namun telah kita lihat bahwa di Indonesia OpenBTS ini belum di jalankan karena pemerintah sendiri belum memberikan ijinan untuk membuat OpenBTS.
  • Selain murah, hemat energi OpenBTS ini telah digunakan oleh negara-negara maju yang telah berkembang dalam dunia bisnis,ekonomi, industri, dll..
  • OpenBTS ini mampu meneruskan sinyal dari ponsel jadul sampai smartphone. Namun pada ponsel model lama frequency yang di pancarkan kurang stabil.

REFERENSI

  1. http://www.lovegayo.com/pertama-di-indonesia-mahasiswa-gayo-dikenalkan-open-bts/
  2. http://gie-foundation.blogspot.com/2011/02/membangun-open-bts-selular-gsm.html
  3. http://karinahimasteruns.blog.uns.ac.id/2009/08/25/perkembangan-it/
  4. http://www.kestrelsp…est/index.html.
  5. http://ecommmedia.co….n-openbts.html
  6. http://belajartelekomunikasi.wordpress.com/2011/03/19/open-bts/
  7. http://www.fh-kl.de/~andreas.steil/Projekte/OpenBTS/index.html
  8. http://aligunduz.org/blog/snapshots_from_gsm_workshop.html
  9. http://abarky.blogspot.com/2010/12/openbts-solusi-komunikasi-murah-meriah.html
  10. http://www.scribd.com/doc/47825838/OpenBTS-for-dummies
  11. http://www.mirror.unpad.ac.id/koran/korantempo/2010-12-23/korantempo_2010-12-23_148.pdf
  12. http://coba.allcx.com/wp/?p=77
  13. http://blog.adikcilak.com/tag/openbts/
  14. http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/OpenBTS:_SMS
  15. http://Openbts.sourceforget.net/
  16. http://www.fh-kl.de/~andreas.steil/Projekte/OpenBTS/index.html
  17. http://Opensource.telkomspeedy.com//wiki/index.php/OpenBTS
Iklan

SISTEM 3G


Sistem komunikasi nirkabel generasi ketiga dikembangkan dari sistem-sistem yang ada di generasi kedua, yang sudah matang teknologinya. Tujuandiciptakannya jaringan komunikasi generasi ketiga adalah menyediakanseperangkat standar tunggal yang dapat memenuhi aplikasi-aplikasi nirkabel yangluas variasinya dan menyediakan akses yang sifatnya universaldi seluruh dunia.Di dalam sistem komunikasi generasi ketiga ini, perbedaan antara telepon nirkabeldan telepon seluler akan hilang, dan komunikator personal yang bersifat universalatau perangkat genggam personal akan mampu melakukan akses ke berbagai layanan komunikasi yang mencakup suara, data dan gambar.
Ciri-ciri karakter yang dituju oleh 3G ini adalah:
1. Memiliki standar yang bersifat global atau mendunia
2. Memiliki kesesuaian atau kompatibilitas layanan dengan jaringan-jaringan kabel.
3. Memiliki kualitas tinggi baik suara, data dan gambarnya
4. Memiliki pita frekuensi yang berlaku umum di seluruh dunia
5. Memiliki bentuk komunikasi yang bersifat multimedia, baik layanannya maupun piranti penggunanya
6. Memiliki spektrum yang benar-benar efisien
7. Memiliki kemampuan yang mudah untuk berevolusi ke sistem nirkabel generasi berikutnya
8. Memiliki laju data paket 2Mbps untuk terminal atau perangkat yang diamdi tempat, 384 kbps untuk kecepatan orang berjalan dan 144 kbps untukkecepatan orang berkendaraa.
Generasi ketiga menggunakan jaringan digital layanan terpadu berpitalebar untuk mengakses jaringan-jaringan informasi. Istilah-istilah yang munculseperti Personal Communication Sistem (PCS) dan Personal CommunicationNetwork (PDN) digunakan untuk menyatakan secara tidak langsung munculnyasistem generasi ketiga bagi perangkat-perangkat genggamnya. Nama lain dariPCS ini termasuk Future Public Land Mobile Telecommunication Sistem(FPLMTS) untuk penggunaan di seluruh dunia, yang juga dikenal dengan namaInternational Mobile Telecommunication 2000 (IMT 2000), dan Universal MobileTelecommunication Sistem (UMTS).

ARSITEKTUR 3G
Generasi ketiga (3G) memiliki suatu system sebagai pendukungkemampuannya, yaitu berupa UTMS yang merupakan revolusi dari GSM. UMTSmenggunakan teknologi akses WCDMA dengan system DS-WCDMA (Direct Seqence Wideband CDMA). Terdapat dua mode yang digunakan dalam WCDMA dimana yang pertama menggunakan FDD (Frequency Division Duplex) dan keduadengan menggunakan TDD (Time Division Duplex). FDD dikembangkan di Eropadan Amerika sedangkan TDD dikembangkan di Asia. Pada WCDMA FDD,digunakan sepasang frekuensi pembawa 5 MHz pada uplink dandownlink denganalokasi frekuensi untukuplink yaitu 1945 MHz – 1950 MHz dan untuk downlinkyaitu 2135 MHz – 2140 MHz. Perbandingan antara spreading rate (kecepatanchip tiap detik) terhadap user data rate (kecepatan simbol data user tiap detik)dikenal sebagai spreading factor. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi chip rate, maka semakin banyak user yang dapat ditampung. Pengertian lainnya adalah dalam menentukan jumlah user, semakin besar jumlah chip rate, maka semakin tinggi kecepatan data yang diperoleh masingmasing user. Dalam WCDMA, chip rate yang digunakan sebesar 3,84 Mbps.

Sistem WCDMA UMTS

Pada sistem generasi ketiga ini didesain untuk komunikasi multimediauntuk komunikasip erso n- to-perso n dapat disajikan dengan tingkat kualitasgambar dan video yang baik, dan akses terhadap informasi serta layanan-layananpadapublic dan private network akan akan disajikan dengan data rate dankemampuan sistem komunikasi pada generasi ketiga ini lebih fleksibel.
Seiring dengan kemajuan evolusi dari sistem generasi kedua, akanmenciptakan suatu kesempatan bisnis baru yang tidak hanya untuk kalangan paramanufakturer dan operator-operator, tetapi juga untuk beberapa content providerdan pengembang aplikasi yang menggunakan jaringan ini. Sistem ini merupakanevolusi dari sistem CDMA pada IMT-2000. Infrastrukturnya mampu mendukunguser dengan data rate tinggi, mendukung operasi yang bersifat asinkron,bandwidthnya secara keseluruhan 5 MHz dan didesain untuk dapat berdampingandengan sistem GSMSistem WCDMA mendukung variabel data rates user yangcukup besar. Data rateuser dijaga konstan selama tiap 10, 20, 40 dan 80 ms frametergantung kebutuhan QoSnya. Namun, kapasitas data diantarauser-user dapatberubah dari frame to frame. Gambar diatas menunjukkan contohnya untuk kasustersebut. Alokasi kapasitas radio yang cepat ini akan dikontrol secara khusus oleh
network untuk mencapai throughput optimum untuk paket layanan data

2G (Generasi Kedua)
Teknologi komunikasi mobile generasi kedua (2G) berkembang dan meluas penggunaannya pada era tahun 90-an, dimana system digital mulai booming dan digunakan di berbagai aspek teknologimenggantikan system analog. Teknologi 2G merupakan teknologi teleponi mobileyang menggunakan system digital, bukan lagi sistem analog seperti 1G. Bukanhanya booming di era 90-an, teknologi generasi kedua ini masih tetap bertahansampai sekarang penggunaannya, meskipun tidak booming seperti dulu lagi.
Teknologi komunikasi mobile yang dipadukan dengan teknologi digitaltentu akan menambah banyak fasilitas, fitur, dan kemudahan bagi parapenggunanya. Dengan teknologi digital, dampak yang paling dominan daripembaruan ini adalah kapasitas yang lebih besar pada sebuah perangkat radiokarena teknologi kompresi suara mulai bisa diterapkan disini.Selain itu, jaringandengan konsep ”Intelligent Network” dapat diterapkan di sini. Maksud darijaringan Intelligent Network adalah jaringan yang dapat lebih diprediksi, lebihsulit untuk dimanipulasi dan dicurangi, dan lebih kebal terhadap gangguan. Tidakhanya itu saja, banyak servis baru yang dapat ditambahkan pada komunikasimobile ini. Contoh yang paling umum dilihat adalah MMS (MultimediaMessaging Service) dan kemampuan tekoneksi ke Internet dengan GPRS.Penambahan fitur-fitur baru yang banyak berhubungan dengan data dan sistempacket switching merupakan era baru bagi dunia komunikasi mobile. Era ini jugasering disebut dengan era 2.5G. Teknologi-teknologi yang termasuk dalamkategori teknologi 2G adalah sebagai berikut:- IS-54/IS-136 North America D-AMPS/TDMA dan PDC. Kedua teknologi 2G ini dapat digolongkan sejeniskarena memiliki karakteristik yang hampir mirip satu dengan yang lainnya. Padakedua teknologi ini, semua percakapan yang masuk ke dalamnya dikodekanmenjadi aliran sinyal-sinyal digital yang lebih mudah diatur dan diprediksi. Didalam aliran digital ini percakapan yang berbentuk bit-bit biner ini dapat dikompresi sehingga menjadi lebih efisien dari segi kapasitasnya.Selain itu, bit-bitdigital ini juga sangat mungkin untuk dilengkapi dengan mekanisme errorcorrection dan error protection. Tinggal tambahkan saja beberapa bit untukkeperluan itu di dalam aliran datanya, maka mekanisme ini akan menjaga sinyaldigital menjadi lebih presisi.

3G(generasi ketiga)
Merupakan teknologi telekomunikasi radio 3G pun tidak berbeda dengan teknologi-teknologi yang telah disebutkan di atas. Di dalamera 3G ini banyak juga standardisasi teknis yang beredar untuk mendukungnya.Namun sebenarnya, standardisasi internasional untuk 3G telah dibentuk olehlembaga standardisasi internasional ITU (International Telecommunicationsnion). Standar baku yang satu ini diberi nama IMT-2000. Namun pada praktisnya,pengguna teknologi 3G tidak menggunakan standardisasi tersebut, karena merekamemilih untuk menggunakan teknologi-teknologi yang kini memang sedangberkembang di dunia telekomunikasi. Standar-standar teknis yang termasuk dalamkategori teknologi 3G yang ada di dunia saat ini adalah W-CDMA, CDMA2000,TD-CDMA/TD-SCDMA, DECT, dan UWC-136 (EDGE).

Perbedaan 2G, 3G, dan 3.5G

High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA)
Sebuah protokol telepon genggam dan kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G. HSDPA merupakan evolusi dari standar W-CDMA dan dirancang untuk meningkatkan kecepatan transfer data 5x lebih tinggi. HSDPA memdefinisikan sebuah saluran W-CDMa yang baru, yaitu high-speed downlink shared channel (HS-DSCH) yang cara operasinya berbeda dengan saluran W-CDMA yang ada sekarang. Hingga kini penggunaan teknologi HSDPA hanya pada komunikasi arah bawah menuju telepon genggam. HSDPA umpan balik yang lebih cepat saat pengguna menggunakan aplikasi interaktif seperti mobile office atau akses Internet kecepatan tinggi untuk penggunaan fasilitas permainan atau mengunduh audio dan video. Kelebihan lain HSDPA, meningkatkan kapasitas sistem tanpa memerlukan spektrum frekuensi tambahan. Hal ini menyebabkan berkurangnya biaya layanan mobile data secara signifikan.
High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah sebuah jaringan yang diperuntukkan bagi telepon seluler yang populer dengan nama teknologi 3,5G. Teknologi ini menyediakan kemampuan mengunduh yang cepat dan merupakan sambungan dari asynchronous digital subcriber line (ADSL) yang digunakan pada sambungan layanan internet untuk daerah perumahan dan mencegah melambatnya koneksi pada telepon seluler.
HSDPA memiliki dua fase, fase pertama berkapasitas 4,1 Mbps dan kemudian menyusul fase 2 berkapasitas 11 Mbps dan kapasitas maksimal downlink peak data rate hingga mencapai 14 Mbps. Teknologi ini dikembangkan dari WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang memungkinkan untuk penggunaan kapasitas data yang lebih besar yaitu mencapai 14,4 Mbps untuk download data dan 2Mbps untuk upload data. Kecepatan terakhir yang dirilis oleh teknologi ini adalah HSPDA+, dengan kecepatan download mencapai 42 Mbps dan 84 Mbps dalam Rilis ke 9 dari standar 3GPP.
Untuk HSDPA, layanan akses internet yang masih baru, High-Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH), telah ditambahkan ke W-CDMA rilis 5 dan spesifikasi lebih lanjut. Hal ini dilakukan dengan memperkenalkan tiga baru lapisan fisik saluran: HS-SCCH, HS-DPCCH dan HS-PDSCH. High Speed-Shared Control Channel (HS-SCCH) menginformasikan pengguna bahwa data akan dikirimkan pada 2 slot HS-DSCH depan. High Speed Uplink-Dedicated Physical Control Channel (HS-DPCCH) membawa informasi pengakuan dan saluran Indikator kualitas saat ini (CQI) dari pengguna. Nilai ini kemudian digunakan oleh base station untuk menghitung berapa banyak data untuk mengirim ke perangkat pengguna pada transmisi berikutnya. High Speed Downlink Shared Channel-Fisik (HS-PDSCH) adalah saluran dipetakan ke saluran transportasi HS-DSCH di atas yang membawa data pengguna yang sebenarnya.
Kelebihan
• Teknologi HSDPA dapat digunakan untuk banyak user secara bersama-sama. Tetapi jika semua user melakukan download file dengan kapasitas yang besar dari internet, akan berimbas pada aliran data, yaitu seluruh user akan mendapat koneksi yang lambat.
• Frekuensi yang dipakai oleh teknologi ini sudah dapat dimaksimalisasikan secara efisien dengan pemakaian bandwith (lebar pita) yang tepat.
• Mengurangi tertundanya pengunduhan atau download data (delay), walaupun dengan banyaknya pengguna dari koneksi HSDPA, unduhan data tidak akan tertunda, tetapi mungkin mengalami sedikit keterhambatan aliran data.
Kekuranagan
• Kecepatan maksimum 14,4 Mbps dalam jarak kurang dari 1 km dari base station. Apabila sudah mencapai jarak lebih dari sama dengan 6 km, aliran data akan menurun kepada kecepatan 1 Mbps.
• Harga yang cukup mahal bila dibandingkan dengan jaringan seperti WiMAX.

3,5G
3,5G atau dikenal juga sebagai super 3G merupakan peningkatan dari teknologi 3G, terutama dalam peningkatan kecepatan transfer data yang lebih dari teknologi 3G (>2Mbps) sehingga dapat melayani komunikasi multimedia seperti akses internet dan bertukar data video (video sharing).
Teknologi ini merupakan penyempurnaan teknologi sebelumnya dengan menutupi semua keterbatasan 3G. Contohnya layanan panggilan video 3,5G mengalami penyempurnaan dengan meniadakan penundaan suara maupun penundaan pada tayangan wajah lawan bicara di layar ponsel (yang sering terjadi pada 3G), sehingga melakukan panggilan video (video call) melalui jaringan 3,5G jauh lebih terkesan hidup.
Teknologi 3,5G ini merupakan teknologi transmisi data pita lebar yang dapat digunakan secara berpindah-pindah (mobile broadband) yang berbasis HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access). Teknologi ini mampu mengirimkan data awal (initial data transmission speed) dengan kecepatan hampir sepuluh kali lipat dari kecepatan teknologi 3G. Teknologi 3,5G berbasis HSDPA dikembangkan dari W-CDMA (Wideband CDMA) dan memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS). Dikatakan demikian, karena melalui HSDPA terbentuklah saluran W-CDMA yang baru, yaitu high-speed downlink shared channel (HS-DSCH) yang hanya digunakan untuk transmisi beragam informasi arah bawah menuju ponsel.
Pengunaan Teknologi 3,5G
1. HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). HSDPA merupakan Evolusi WCDMA dari Ericsson dimana teknologi ini merupakan protokol tambahan pada sistem WCDMA (wideband CDMA) yang mampu mentransmisikan data berkecepatan tinggi.
2. WiBro(Wireless Broadband). WiBro merupakan bagian dari kebijakan bidang teknologi informasi Korea Selatan yang dikenal dengan kebijakan 839. WinBro mampu mengirimkan data dengan kecepatan hingga 50 Mbps.
Aplikasi
Teknologi 3,5G ini memungkinkan penggunanya untuk mengunduh beragam sajian multimedia, seperti streaming video, streaming musik, mobile TV, permainan daring (online game) , cuplikan film, animasi, video klip, permainan, video klip olahraga, berita keuangan, memainkan kumpulan lagu secara penuh, dan unduh karaoke dengan kecepatan tinggi. Seluruhnya dapat dilakukan sambil tetap melakukan telepon video dengan tanpa mengganggu proses transfer data. Kegunaan lain teknologi 3,5G yang paling sering dimanfaatkan saat ini adalah menjadi internet broadband HSDPA. Dengan teknologi ini, kita dapat mengakses data/internet dengan lebih cepat.

Keuntungan
Berbekal bandwith hingga 3,6 megabit per detik (mbps), kehadiran HSDPA dari jalur teknologi 3,5G ini meninggalkan pendahulunya yaitu GPRS hingga 3G. GPRS hanya sanggup membawa data hingga 50 kilobit per detik (kbps). Penerusnya EDGE yang juga dikenal dengan 2,75G hanya mampu sampai di 150 kilobit per detik (kbps). Sedangkan WCDMA alias 3G baru bisa mengusung data secepat 384 kilo bit per detik (kbps). Teknologi 3.5G mobile internet access menawarkan berbagai keuntungan untuk kalangan bisnis maupun perorangan. Keunggulan utama yaitu dengan kecepatan super tinggi hingga 3.6 Mbps menggunakan tehnologi High Speed Downlink Package Access (HSDPA) memperlihatkan bahwa teknologi 3.5G sangat superior dibandingkan dengan teknologi generasi sebelumnya.

  • Definisi OFDM

OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah sebuah teknik transmisi yang menggunakan beberapa buah frekuensi (multicarrier) yang saling tegak lurus (orthogonal). Masing-masing sub-carrier tersebut dimodulasikan dengan teknik modulasi konvensional pada rasio symbol yang rendah.

  • Prinsip Kerja

Prinsip kerja dari OFDM dapat dijelaskan sebagai berikut. Deretan data informasi yang akan dikirim dikonversikan kedalam bentuk parallel, sehingga bila bit rate semula adalah R , maka bit rate di tiap-tiap jalur parallel adalah R/M dimana M adalah jumlah jalur parallel (sama dengan jumlah sub-carrier). Setelah itu, modulasi dilakukan pada tiap-tiap sub-carrier. Modulasi ini bisa berupa BPSK, QPSK, QAM atau yang lain, tapi ketiga teknik tersebut sering digunakan pada OFDM. Kemudian sinyal yang telah termodulasi tersebut diaplikasikan ke dalam Inverse Discrete Fourier Transform (IDFT), untuk pembuatan simbol OFDM. Penggunaan IDFT ini memungkinkan pengalokasian frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal). Setelah itu simbol-simbol OFDM dikonversikan lagi kedalam bentuk serial, dan kemudian sinyal dikirim.

Sinyal carrier dari OFDM merupakan penjumlahan dari banyaknya sub-carriers yang orthogonal, dengan data baseband pada masing-masing sub-carriers dimodulasikan secara bebas menggunakan teknik modulasi QAM atau PSK.

Sinyal yang terkirim tersebut, dalam persamaan matematik bisa diekspresikan sebagai berikut:

Pemakaian frekuensi yang saling orthogonal pada OFDM memungkinkan overlap antar frekuensi tanpa menimbulkan interferensi satu sama lain.

Ortogonalitas juga memungkinkan efisiensi spektral yang tinggi, mendekati rasio Nyquist. OFDM secara umum mendekati spektrum ”white”, sehingga terdapat properti interferensi elektromagnetik terhadap pengguna co-channel yang lain.

Satu prinsip kunci dari OFDM adalah dimana skema modulasinya dengan rasio symbol yang rendah sehingga hanya mendapat sedikit pengaruh intersymbol interference dari multipath fading. Oleh karena itu, maka dapat ditransmisikan sejumlah aliran low-rate dalam paralel, bukan aliran high-rate tunggal. Karena durasi dari tiap simbol panjang, maka memungkinkan untuk penyisipan guard interval di antara simbol-simbol OFDM, sehingga dapat menghilangkan intersymbol interference.

  • Properti OFDM

  1. Performa Bit Error Rate

BER dari OFDM disini hanya dicontohkan pada lingkungan dengan fading. Kita tidak akan menggunakan OFDM sebagai straight line dari sight link seperti satellite link. Sinyal OFDM, dikarenakan variasi amplitudonya, tidak berlaku baik pada channel non-linier seperti yang dihasilkan high power amplifier pada board satelit. Penggunaan OFDM pada satelit akan membutuhkan backoff yang besar, sekitar 3 dB, sehingga harus ada alasan untuk pemaksaan penggunaannya seperti ketika sinyal digunakan untuk pengguna yang bergerak.

  1. Rasio daya Peak to Average

Jika sinyal OFDM merupakan penjumlahan dari N sinyal dengan amplitudo maksimum masing-masing 1 V, maka kita bisa mendapatkan amplitudo maksimum dari N ketika semua N sinyal dijumlahkan pada keadaan maksimum. Untuk sinyal OFDM yang mempunyai 128 carrier, masing-masing dengan daya normalisasi 1 W, maka maksimum PAPR adalah mencapai log (128) atau 21 dB. RMS dari PAPR akan didapatkan sekitar setengah dari jumlah tersebut atau 10-12 dB.

  1. Sinkronisasi

Sinkronisasi dibutuhkan pada OFDM. Sering pilot tones digunakan pada ruang sub-carrier. Tujuannya untuk mengunci fasa dan menyeimbangkan channel.

  1. Coding

OFDM secara tidak tetap digunakan pada konjungsi dengan channel coding (forward error detection), dan hampir selalu menggunakan interleaving frekuensi dan/atau waktu. Tipe umum dari error correction coding yang digunakan pada sistem berbasis OFDM adalah convolutional coding, yang sering disambung dengan Reed-Solomon coding. Convolutional coding digunakan sebagai inner code dan Reed-Solomon coding digunakan untuk outer code. Alasan digunakannya kombinasi error correction coding ini adalah karena Viterbi decoder yang digunakan untuk convolutional decoding menghasilkan burst error singkat ketika terdapat konsentrasi eror yang tinggi, dan Reed-Solomon code sangat cocok untuk mengoreksi burst error.

  • KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN

  1. Keunggulan

Untuk memperjelas perbedaan OFDM, baik dalam operasi dasarnya maupun dalam segi efisiensi spektrumnya, dengan sistem single carrier, dan juga dengan sistem multicarrier konvensional, bisa dilihat pada Gambar.3. Dari gambar tersebut bisa dilihat, bahwa OFDM adalah salah satu jenis dari multicarrier (FDM), tetapi memiliki efisensi pemakaian frekuensi yang jauh lebih baik. Pada OFDM overlap antar frekuensi yang bersebelahan diperbolehkan, karena masing-masing sudah saling orthogonal, sedangkan pada sistem multicarrier konvensional untuk mencegah interferensi antar frekuensi yang bersebelahan perlu diselipkan frekuensi penghalang (guard band), dimana hal ini memiliki efek samping berupa menurunnya kecepatan transmisi bila dibandingkan dengan sistem single carrier dengan lebar spektrum yang sama. Sehingga salah satu karakteristik dari OFDM adalah tingginya tingkat efisiensi dalam pemakaian frekuensi. Selain itu pada multicarrier konvensional juga diperlukan band pass filter sebanyak frekuensi yang digunakan, sedangkan pada OFDM cukup menggunakan FFT saja.

Karakter utama yang lain dari OFDM adalah kuat menghadapi frequency selective fading. Dengan menggunakan teknologi OFDM, meskipun jalur komunikasi yang digunakan memiliki karakteristik frequencyselective fading (dimana bandwidth dari channel lebih sempit daripada bandwidth dari transmisi sehingga mengakibatkan pelemahan daya terima secara tidak seragam pada beberapa frekuensi tertentu), tetapi tiap sub carrier dari sistem OFDM hanya mengalami flat fading (pelemahan daya terima secara seragam). Pelemahan yang disebabkan oleh flat fading ini lebih mudah dikendalikan, sehingga performansi dari sistem mudah untuk ditingkatkan. Teknologi OFDM bisa mengubah frequency selective fading menjadi flat fading, karena meskipun sistem secara keseluruhan memiliki kecepatan transmisi yang sangat tinggi sehingga mempunyai bandwidth yang lebar, karena transmisi menggunakan subcarrier (frekuensi pembawa) dengan jumlah yang sangat banyak, sehingga kecepatan transmisi di tiap subcarrier sangat rendah dan bandwidth dari tiap subcarrier sangat sempit, lebih sempit daripada coherence bandwidth (lebar daripada bandwidth yang memiliki karakteristik yang relatif sama). Perubahan dari frequency selective fading menjadi flat fading bisa diilustrasikan seperti gambar berikut :

Keuntungan yang lainnya adalah, dengan rendahnya kecepatan transmisi di tiap subcarrier berarti periode simbolnya menjadi lebih panjang sehinnga kesensitifan sistem terhadap delay spread (penyebaran sinyal-sinyal yang datang terlambat) menjadi relatif berkurang.

  1. Kelemahan

Sebagai sebuah sistem buatan menusia, tentunya teknologi OFDM pun tak luput dari kekurangan-kekurangan. Diantaranya, yang sangat menonjol dan sudah lama menjadi topik penelitian adalah frequency offset dan nonlinear distortion (distorsi nonlinear).

  • Frequency Offset

Sistem ini sangat sensitif terhadap carrier frequency offset yang disebabkan oleh jitter pada gelombang pembawa (carrier wave) dan juga terhadap Efek Doppler yang disebabkan oleh pergerakan baik oleh stasiun pengirim maupun stasiun penerima.

  • Distorsi Non-linier

Teknologi OFDM adalah sebuah sistem modulasi yang menggunakan multi-frekuensi dan multi-amplitudo, sehingga sistem ini mudah terkontaminasi oleh distorsi nonlinear yang terjadi pada amplifier dari daya transmisi.

  • Sinkronisasi sinyal

Pada stasiun penerima, menentukan start point untuk memulai operasi Fast Fourier Transform (FFT) ketika sinyal OFDM tiba di stasiun penerima adalah hal yang relatif sulit. Atau dengan kata lain, sinkronisasi daripada sinyal OFDM adalah hal yang sulit.

  • OFDMA

Pada sekitar tahun 1994, ada beberapa paper yang mengusulkan kombinasi antara teknologi OFDM dengan teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) yaitu menggunakan OFDM untuk modulasi tiap stasiun dan menggunakan CDMA untuk multiple access, disebut OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access), yaitu penggabungan sinyal-sinyal dari beberapa stasiun pengirim pada sebuah jalur komunikasi yang harus digunakan secara bersama.

Alasan utama banyaknya perhatian terhadap teknologi ini, karena kemampuannya untuk menggabungkan keistimewaan dari CDMA yang terkenal sangat tahan terhadap interferensi, dengan keistimewaan-keistimewaan dari OFDM seperti yang sudah disebutkan diatas. Metode OFDMA ini juga memungkinkan pemakaian CDMA untuk pengiriman data berkekecapatan tinggi.

  • APLIKASI OFDM DALAM KOMUNIKASI DIGITAL
  1. ADSL

OFDM digunakan pada koneksi ADSL yang mengikuti standar G.DMT, dimana kabel tembaga yang sudah ada digunakan untuk penerimaan koneksi data kecepatan tinggi.

  1. Teknologi Powerline

OFDM digunakan oleh divais powerline untuk memperluas koneksi Ethernet ke ruangan lain pada suatu residen melalui power wiring.

  1. WLAN dan MAN

OFDM digunakan pada beberapa aplikasi WLAN dan MAN, mencakup IEEE 802.11a/g dan WiMAX.

  1. Radio dan Televisi Digital

Banyak Negara-negara Eropa dan Asia yang mengadopsi OFDM untuk broadcast radio dan televise digital terrestrial, seperti DVB-T, T-DMB, DAB, HD Radio, dll.

  1. Ultra Wideband

Teknologi UWB wireless personal area network juga memanfaatkan OFDM, seperti Multiband OFDM.

  1. FLASH-OFDM

FLASH-OFDM adalah system berbasis OFDM dengan spesifikasi protocol layers yang lebih tinggi. FLASH-OFDM telah menghasilkan packet-switched cellular bearer, yang areanya akan bersaing dengan jaringan GSM dan 3G.

Media tranmisi memiliki 2 bentuk yaitu :

1. Guided Media

Menyediakan jalur transmisi sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable, coaxial cable (kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik). Sinyal yang melewati media-media tersebut diarahkan dan dibatasi oleh batas fisik media. Twisted-pair dan coaxial cable menggunakan konduktor logam yang menerima dan mentransmisikan sinyal dalam bentuk aliran listrik. Optical fiber/serat optik menerima dan mentransmisikan sinyal data dalam bentuk cahaya.

2. Unguided media

Unguided media atau komunikasi tanpa kabel mentransmisikan gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor secara fisik. Sinyal dikirimkan secarabroadcast melalui udara (atau air, dalam beberapa kasus). Media tranmisi ini dapat menggunakan wireless atau menggunakan satellite.

–          Definisi Transmisi wireless
Transmisi wireless atau komunikasi wireless dapat didefinisikan sebagai :
“Wireless Communications, various telecommunications systems that use radio waves to carry signals and messages across distances” (komunikasi wireless adalah jenis sistem telekomunikasi yang menggunakan gelombang radio untuk membawa sinyal dan pesan melewati jarak tertentu) .Media yang digunakan dalam transmisi wireless adalah antena yang dipasang di perkantoran atau bahkan telah dipasang pada alat-alat seperti laptop atau PDA (Personal Digital Assistant). Pada dasarnya komunikasi wireless terdiri atas 2 buah alat yaitu transmitter dan receiver. Transmitter berfungsi untuk memancarkan gelombang elektromagnetik yang membawa sinyal, sedangkan receiver adalah alat penerima gelombang tersebut. Transmitter terdiri atas dua jenis yaitu transmitter analog dan digital.

–          Jenis transmisi wireless :

 a.      Microwave

Microwave merupakan high-end dari RF (Radio Frequency), sekitar 1 – 30 GHz.

Transmisi dengan microwave memberikan 3 hal yang perlu diperhatikan :

· Alokasi frekuensi

· Interference, Keamanan

· Harus straight-line (perambatan line-of sight)

· Jarak tanpa repeater anatar 10 – 100 km

b.      Radio

Arah tranmisi omni directional

c.       Infrared

Dipenuhi dengan menggunakan transmitter/receiver yang memodulasikan nocoherent infrared light. Transceiver harus dengan suatu bentuk garis lurus atau melalui pantulan dari suatu permukaan warna yang bercahaya

d.      Bluetooth

Sebuah teknologi wireless yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara dengan jarak jangkauan yang terbatas. Gelombang radio untuk komunikasi ini dapat terdiri dari berbagai frekwensi seperti :

a)   VLF(Very Low Frequency) dan LF (Low Frequency)

Sinyal-sinyal ini dipropagasikan sangat dekat dengan permukan bumi, tidak dapat melewati objek yang padat dan digunakan dalam navigasi radio jarak jauh.

b)   MF (Medium Frequency) dan HF (High Frequency)

Sinyal-sinyal ini dikirimkan lewat udara dan memantul kembali ke bumi.

Digunakan untuk komunikasi jarak jauh.

c)   VHF (Very High Frequency) dan UHF (Ultra High Frequency)

Sinyal-sinyal ini biasanya dikirimkan secara line of sight. Digunakan pada

terrestrial, satellite dan komunikasi dengan radar.

Third Generation (3G)

Teknologi Generasi Ketiga (3G)
Teknologi generasi ketiga (3G Third Generation) dikembangkan oleh suatu kelompok yang diakui dan merupakan kumpulan para ahli dan pelaku bisnis yang berkompeten dalam bidang teknologi wireless di dunia.

Pengertian  3G ( Third Generation )

ITU (Intenational Telecomunication Union) mendefisikan 3G (Third Generation)
sebagai teknologi yang dapat unjuk kerja sebagai berikut :
1. Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 144 kbps pada kecepatan user 100
km/jam.
2. Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 384 kbps pada kecepatan berjalan
kaki.
3. Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 2 Mbps pada untuk user diam
(stasioner).
Dari persyaratan diatas terhitung ada 5 teknologi untuk 3G, yaitu :
Tetapi dari 5 teknologi yang ada dan berdasarkan kesepakatan 3G tertuang dalam International Mobile Telecommunications 2000 (IMT 2000) dan antara lain memutuskan bahwa standar 3G akan bercabang menjadi 3 standar sistem yang akan diberlakukan di dunia, yaitu :
1. Wideband-CDMA (WCDMA),di dukung oleh Europea Telecommunications
Standards Institute (ETSI) dan operator GSM di Eropa dan tempat lain.
Diawal tahun 1998, W-CDMA diikutsertakan dalam standar ETSI yaitu
UMTS (Universal Mobile Telecommunications System).
2. CDMA2000 (CDMA2000 1X EV-DO & CDMA2000 1X EV-DV) didukung
oleh komunitas CDMA Amerika Utara, dipimpin oleh CDMA Development
Group (CDG).
3. (TD-SCDMA) didukung oleh China.
Tujuan di perkenalkannya teknologi 3G  antara lain :
a. Menambah efisiensi dan kapasitas jaringan
b. Menambah kemampuan jelajah (roaming)
c. Untuk mencapai kecepatan transfer data yang lebih tinggi
d. Peningkatan kualitas layanan (Quality of Service – QOS)
e. Mendukung kebutuhan internet bergerak (mobile internet)

– Frekuensi yang digunakan oleh teknologi 3G, yaitu :
1. Frekuensi penerimaan (downlink) 1920-1980 MHz.
2. Frekuensi pengiriman (uplink) 2110-2170 MHz.
– Kemampuan teknologi 3G :
Memiliki kecepatan transfer data cepat (144kbps-2Mbps) sehingga dapat melayani layanan data broadband seperti internet, video on demand, music on demand, games on demand, dan on demand lain yang memungkinkan kita dapat memilih program musik, video, atau game semudah memilih channel di TV. Kecepatan setinggi itu juga mampu melayani video conference dan video streaming lainnya.
– Kelebihan Kelebihan dari 3G :
1. Kualitas suara yang lebih bagus.
2. Keamanan yang terjamin.
3. Kecepatan data mencapai 2 Mbps untuk lokal/Indoor/slow-moving access dan 384 kbps untuk wide area access.
4. Support beberapa koneksi secara simultan, sebagai contoh, pengguna dapat
browse internet bersamaan dengan melalukan call (telepon) ke tujuan yang
berbeda.
5. Infrastruktur bersama dapat mensupport banyak operator dilokasi yang sama. Interkoneksi ke other mobile dan fixed users.
6. Roaming nasional dan internasional.
7. Bisa menangani packet-and circuit-switched service termasuk internet (IP) dan videoconferencing. Juga high data rate communication services dan asymetric data transmission.
8. Efiensi spektrum yang bagus, sehingga dapat menggunakan secara maksimum bandwidth yang terbatas.
9. Support untuk multiple cell layer.
10. Co-existance and interconnection dengan satellite-based services.
11. Mekanisme billing yang baru tergantung dari volume data, kualitas service dan waktu.

– Yang Termasuk Teknologi 3G :

 

1. EDGE (Enhanced Data Rates for Global/GSM Evolution) atau E-GPRS (Enhanced -General Packet Radio Services).

 

EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution) merupakan salah satu standar untuk wireless data yang diimplementasikan pada jaringan selular GSM diperkenalkan pertama kali pada tahun 2003 dan merupakan tahapan lanjutan dalam evolusi menuju mobile multi media communication . Kecepatan transfer data EDGE bahkan dapat mencapai kecepatan hingga 236.8 kbit/s dengan menggunakan 4 timeslots dan 473.6 kbit/s dengan menggunakan 8 timeslots.

Dengan EDGE, operator selular dapat memberikan layanan komunikasi data dengan kecepatan Iebih tinggi dibanding GPRS General Packet radio Service), di mana GPRS hanya mampu melakukan pengiriman data dengan kecepatan sekitar 25 Kbps. Begitu juga bila dibandingkan platform lain, kemampuan EDGE mencapai 3-4 kali kecepatan akses jalur kabel telepon (biasanya sekitar 30-40 kbps) dan hampir 2 kali lipat kecepatan CDMA 2000 1X yang hanya sekitar 70-80 kbps. Layanan berbasis teknologi EDGE berkemampuan memberikan berbagai aplikasi layanan generasi ketiga, yakni : high quality audio streaming, video streaming, on line gaming, high speed download, high

speed network connection, push to talk dan lain-lain. Sejak pertengahan tahun 2000, platform teknologi Internasional GERAN (GSM EDGE Radio Access Network) telah mengadopsi seluruh spesifikasi 3GPP (third Generation Project Partnersip), hal ini menjadikan teknologi EDGE masuk dalam kelompok teknologi yang memenuhi kualifikasi generasi ketiga UMTS 3G.

EDGE di seluruh dunia pada bulan November 2006 telah di terapkan 156 jaringan operator GSM di 92 negara dan akan terus berkembang menjadi 213 jaringan operator GSM di 118 negara. Di Indonesia EDGE di impentasikan oleh Telkomsel, Excelcom, dan Indosat. EDGE di sebut juga teknologi 2.75 G tetapi karena kecepatan transfer datanya sama dengan 3G maka EDGE di masukan ke 3G.

2. W-CDMA (Wideband – Coded Division Multiple Access) atau UMTS (Universal Mobile Telecommunication System)

 

Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) merupakan salah sistemgenerasi ketiga yang dikembangkan di Eropa dan mualai dipernalkan tahun 2004. Standarisasi dari UMTS ini dilakukan oleh European Telecommunication Standard Institution (ETSI), selain itu Intertational Telecommunications Union Telecommunication Standardisation Sector (ITU-T) mengerjakan sistem yang sama dinamakan International Mobile Telecommunation System 2000 (IMT 2000). Kedua badan standarisasi ini dapat melakukan kerjasama sehingga terbentuk satu sistem untuk masa yang akan datang. UMTS dirancang sehingga dapat menyediakan bandwith sebesar 2 Mbits/s. Layanan yang dapat diberikan UMTS diupayakan dapat memenuhi permintaan pemakai dimanapun berada, artinya UMTS diharapkan dapat melayani area yang seluas mungkin, jika tidak ada cell UMTS pada suatu daerah dapat di route-kan melalui satelit.

UMTS dapat digunakan oleh perkantoran, rumah dan kendaraan. Layanan yang sama dapat diberikan untuk pemakai indoors dan outdoors, public areas dan private areas, urban dan rural. Frekeunsi radio yang dialokasikan untuk UMTS adalah 1885-2025 MHz dan 2110-2200 MHz. Pita tersebut akan digunakan oleh cell yang kecil (pico cell) sehingga dapat memberikan kapasitas yang besar pada UMTS. Multiple akses yang digunakan dapat mengalokasikan bandwith secara dinamis sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Research and Technology Development in Advanced Communications Technologies in Europe (RACE) telah mengembangkan dua jenis multiple akses yakni Code Division Multiple Acces (CDMA) dan Time Division Multiple Acces (TDMA), dari keduanya ini belum diputuskan yang akan digunakan. W-CDMA sudah di implentasikan di Japan, Eropa dan Asia, dan akan dikembangkan di 55 negara pada tahun 2006.

Sedangkan jaringan UMTS di Indonesia mulai di implentasikan oleh operator Telkomsel, Excelcom (XL3G) dan Indosat pada jaringan GSM, setelah mendapat lisensi dari pemerintah dalam penggunaan frekuensi (menggunakan frekuensi 1900 MHz berdasarkan aturan yang baru, sehingga operator yang beroperasi (CDMA – Telkom Flexi dan dan Indosat Starone) pada frekuensi itu harus pindah ke frekuensi 800 MHz secara bertahap).

– Frekuensi UMTS berbagai Negara dan kawasan :

· Asia dan Eropa (umumnya) pada frekuensi 2100 MHz (downlink) dan 1900 MH(uplink)

· Amerika Serikat (oleh operator AT&T Mobility) pada frekuensi 1900MHz / 850 MHz.

· Amerika pada frekuensi 2100 MHz (downlink) / 1700 MHz (uplink).

· Eropa pada frekuensi 900 MHz.

· Australia dan Jepang pada frekuensi 800 MHz.

3. CDMA2000-1X EV/DV (Evolution/Data/Voice) dan CDMA2000-1X EV-DO (Data Only) / (Data Optimized) atau IS-856.

 

Merupakan teknologi yang didukung oleh komunitas CDMA Amerika Utara, dipimpin oleh CDMA Development Group (CDG). CDMA2000-1X EV (Evolution) dan CDMA2000-1X EV-DO ini merupakan pengembangan dariteknologi CDMA2000 1x Release 0/RTT atau CDMA2000 (2.5G). Padaawalnya CDMA2000 1xEV-DO (Rev. 0) hanya bisa mengirim data sampai 2,4 Mbps, tetapi kemudian berkembang sehingga CDMA2000 1xEV-DO (data

only) yang dibagi menjadi 3 berdasarkan kecepatan tranfer datanya, yaitu :

1. CDMA2000 1xEV-DO Revisi A (T-1 speeds) bisa mengirimkan data sampai 2,45 Mbps sampai 3.1 Mbps dan mendukung aplikasi seperti konferensi video.

2.  CDMA2000 1xEV-DO Revisi B ini mampu melakukan transmisi data maksimal sampai 73,5 Mbps.Varian lainnya adalah CDMA2000 1xEV-DV yang mengintegrasikan layanan suara dan layanan multimedia data paket berkecepatan tinggi secara simultan pada kecepatan sampai 3,09 Mbps namun keduannya umumnya hanya mempunyai kecepatan transfer pada 300 Kbps.

3.  CDMA2000 1xEV-DO Revisi C dikenal dengan nama UMB (Ultra Mobile Broadband) dapat mendukung kecepatan data hingga 280 Mbps pada kondisi puncak (275 Mbps downstream dan 75 Mbps upstream) sehingga dapat dikategorikan kedalam 4G (Fourth Generation), dapat melayani layanan Ipbased Voice (VOIP), multimedia,broadband, Teknologi informasi, entertainment dan jasa elekronik komersial juga mendukung penuh jaringan jasa wireless pada lingkungan mobile sehingga tidak beda dengan jaringan Wi- Fi, WiMAX, UWB, dll.

4. TD-CDMA (Time Division Code Division Multiple Access) atau UMTS-TDD

(Universal Mobile Telecommunication System Time Division Duplexing) di Eropa

Merupakan jaringan data mobile standar teknologi 3G yang dibangun pada jaringan selular telepon mobile standar UMTS/WCDMA dimana keduanya baik UMTS/WCDMA maupun TD-CDMA/UMTS-TDD tidak saling mendukung dikarenakan perbedaan cara kerja, desain, teknologi dan frekuensi yang dipakai. Di Eropa frekuensi yang dipakai UMTS-TDD ada pada 2010-2020MHz yang dapat mentransfer data pada kecepatan 16 Mbps (pada saat kecepatan

maksimum baik Downlink maupun Uplink).

5. GAN (Generic Access Network) atau UMA (Unlicensed Mobile Access)

 

Teknologi ini di adopsi oleh 3GPP pada bulan April 2005. GAN di tujukan agar system telekomunikasi dapat berjalan secara roaming dan dapat menangani jaringan LAN (WLAN) dan WAN dalam telepon mobile secara bersamaan.

6. HSPA (High-Speed Packet Access)

 

HSPA merupakan teknologi dari penyatuan dari protocol teknologi mobile sebelumnya, sehingga memperluas dan menambah kemampuan (terutama dari sisi kecepatan transfer data) dari protokol UMTS yang telah ada sebelumnya. Karena adanya perbedaan kemapuan (downlink dan uplink) tersebut HSPA di bagi menjadi 2 standar,yaitu :

· HSDPA (High Speed Downlink Packet Access)

Merupakan standar HSPA dengan kemampuan dari sisi kecepatan transfer downlinknya (dari jaringan ke handset), dimana HSDPA dapat mencapai kecepatan downlink 7.2 Mbps dan secara teori dapat ditinggkatkan sampai kecepatan 14.4 Mbps dengan maksimum uplink 384 kbps. HSDPA selain dapat digunakan oleh handphone tetapi dapat pula digunakan oleh Notebook untukmengakses data dengan kecepatan tinggi.

· HSUPA (High Speed Uplink Packet Access)

Merupakan standar HSPA dengan kemampuan dari sisi kecepatan transfer uplinknya (dari handset ke jaringan), dimana HSUPA dapat mencapai kecepatan uplink secara teori sampai kecepatan 5.76 Mbps, tetapi HSUPA ini tidak implentasikan (dikomersialkan) dan handsetnya tidak dibuat.

7.HSPA+ (HSPA Evolution)

Merupakan teknologi pengembangan dari HSPA terutama pada kecepatan transfer data yang  mencapai kecepatan 42 Mbit/s pada downlink dan 11 Mbit/s pada uplink.

 

8. FOMA (Freedom of Mobile Multimedia Access) di Jepang.

FOMA merupakan jaringan 3G pertama di dunia yang mengimplentasikan WCDMA, diluncurkan pada tahun 2001. FOMA merupakan penamaan layanan 3G oleh operator NTT DoCoMo

 

9. HSOPA (High Speed OFDM Packet Access)

Merupakan teknologi pengembangan dari UMTS terutama pada teknologi antena yang menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dan multiple-input multiple-output (MIMO). HSOPA dikenal juga sebagai Super 3G dapat mentransfer data sampai kecepatan 100 Mbit/s untuk downlink dan 50 Mbit/s untuk uplink

 

10. TD-SCDMA (Time Division Synchronous Code Division Multiple Access).

Merupakan teknologi generasi ketiga ini masih dikembangkan China oleh Chinese Academy of Telecommunications Technology (CATT), Datang dan Siemens AG atas proposal dari China Wireless Telecommunication Standards group (CWTS) kepada ITU (badan PBB untuk telekomunikasi) pada tahun 1999. Teknologi yang dikembangkan untuk menghilangkan ketergantungan pada teknologi barat, tetapi kurang banyak diminati para operator di Asia dikarenakan memerlukan perangkat keras (hardware) yang benar-benar baru dan tidak bisa menggunakan teknologi sebelumnya (CDMA2000 1x). TDSCDMA menggunakan frekuensi 2010 MHz – 2025 MHz (khusus di China), dengan kecepatan transfer data dari 9.6 kbits/s sampai 2048 kbits/s.



 

 

 

Kelemahan Teknologi 3G

Memerlukan Kontrol Daya “Ideal” dan belum mencukupinya kecepatan transfer data dalam melayani layanan multimedia yang memerlukan kecepatan yang mumpuni.

GPRS adalah singkatan dari General Packet Radio Service merupakan suatu kecanggihan teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data via telpon nirkabel (ponsel) yang lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan teknologi  Circuit Switch Data atau CSD.

Teknologi GPRS telah cukup lama ditawarkan oleh operator GSM (handphone).

GPRS mendistribusikan paket data akses internet sampai 114Kbps. Transfer data menuju jaringan internet (WEB Server) melalui jaringan GPRS Selular.

Layanan yang ada pada internet dapat diakses melalui GPRS, karena protocol GPRS sama seperti internet. Dalam jaringan GSM, membutuhkan modul GGSN (Gateway GPRS Service Node) dan SGSN (Serving GPRS Service Node). GGSN bertindak sebagai gateway antara jaringan GPRS dan jaringan data public seperti IP. Jaringan GPRS dengan internet ditunjukkan gambar :

Jaringan GPRS

GPRS menggunakan modulasi radio yang sama dengan standar GSM, pita frekuensi yang sama, struktur burst yang sama, hukum-hukum lompatan frekuensi yang sama, dan struktur bingkai (frame) TDMA yang sama.

 

Kanal-kanal data paket yang baru sangat mirip dengan kanal-kanal lalulintas percakapan tersakelar rangkaian. Dengan demikian  BSS (Base Station Subsystem) yang sudah ada akan menyediakan cakupan GPRS lengkap mulai dari ujung jaringan. Namun dibutuhkan sebuah entitas jaringan fungsional baru, yakni PCU (Packet Control Unit) yang berfungsi sebagai pengatur segmentasi paket, akses kanal radio, kesalahan-kesalahan transmisi dan kendali daya.

Penyebaran jaringan GPRS adalah dimulai dengan introduksi sebuah subsistem jaringan overlay baru (NSS=Network SubSystem). Ia memilki dua elemen jaringan baru; yakni SGSN (Serving GPRS Support Node) dan GGSN (Gateway GPRS Support Node). SGSN memiliki tingkat hirarki yang sama dengan MSC dan VLR, menjaga alur (track) lokasi dari setasiun-setasiun bergerak individual dan melakukan fungsi-fungsi keamanan dan kendali akses. Ia dihubungkan ke BSS melalui Frame Relay.

 

GGSN secara kasar analog dengan suatu Gateway MSC yang menangani antarkerja dengan jaringan-jarinan IP eksternal. GGSN membungkus ulang dengan format baru (mengenkapsulasi) paket-paket yang diterima jaringan-jaringan IO eksternal dan merutekannya menuju SGSN menggunakan GPRS tunnelling protocol.

Walaupun para pelanggan secara kontinyu dihubungkan ke jaringan, melalui GPRS, spektrumnya tetap tinggal bebas bagi pelanggan lain untuk menggunakannya jika tidak ada data yang ditransfer. Tidak hanya dalam hal tersebut,

GPRS memungkinkan pemultiplekan spektrum secara statistik. Ini berarti tidak ada waktu penciptaan panggilan dan operatornya dapat dapat juga menawarkan berbagai layanan sehingga membuatnya menjadi suatu landasan yang ideal bagi layanan data yang memiliki nilai tambah.
Satu pertimbangan yang perlu mendapat perhatian para operator adalah luas jaringannya (terutama pada antarmuka udaranya = air interface) jika GPRS diperkenalkan.

Pengaruh adanya jaringan GPRS pada sistem yang sudah ada minimal jika lalulintas datanya sedikit. Jika sebaliknya, yakni ada banyak lalulintas data, maka operator akan membutuhkan cadangan PDCH (Packet Data Channel). Jumlah maksimum slot waktu yang dicadangan untuk PDCH ditentukan sebelumnya, mengingat slot waktu GPRS dilepaskan segera jika komunikasi suara membutuhkan hubungan. Kerugiannya memang laju data turun jika lalu lintas untuk percakapan  naik, mengakibatkan  tundaan paket yang lebih panjang . Dalam sebuah sel dengan satu pembawa, dua kanal GPRS dapat dialokasikan mengingat sebuah sel dengan  enam pembawa dapat mengakomodasi sampai enam PDCH.
Jika jaminan kualitas layanan (QoS) benar-benar diimplementasikan dalam GPRS, ada sedikit keleluasaan  untuk untuk memperkecil slot waktu GPRS namun kapasitas bagi lalu lintas suara dapat jatuh. Apabila jumlah kanal yang tersedia dalam sebuah sel sangat rendah, maka pengaruh yang sebanding pada kapasitas suara dapat turun dramatis. Oleh sebab itu dalam sel-sel yang kecil harus diperkirakan tidak terlalu banyak lalu lintas GPRS-nya. Pada umumnya dapat dipakai pedoman, kira-kira 80% kapasitas disediakan untuk lalulintas non GPRS.
Aspek yang lain dari hal ini adalah kapasitas yang tersedia bagi penggunanya. Sebagai contoh, misalnya ada sebuah sel yang  mengalokasikan tiga PDCH, yang dapat ‘menangani’ kecepatan tak terkompresi sekitar 30kbps. Banyaknya pemakai yang dapat dilayani sangat tergantung pada tipe lalulintas yang terjadi. Sebuah sel tunggal dapat menangani 10.000 sampai 100.000 pengguna untuk aplikasi-aplikasi kecepatan rendah (sebagai contoh telemetri, layanan-layanan informasi), tetapi hanya 100 sampai 1.000 pengguna untuk aplikasi e-mail atau WWW, yang membutuhkan kenaikan dalam data .Pengertian kata “penanganan” dalam konteks ini berarti memberikan kecepatan transmisi yang layak dengan tidak ada tundaan paket yang signifikan. Pada aplikasi seperti transfer file, sel tersebut dapat menampung sekitar sepuluh pemakai, yang kira-kira sama dengan kemampuan HSCSD (High-Speed Circuit-Switched Data): Ini disebabkan tidak adanya keuntungan dari penggunaan pemultiplekan statistik yang signifikan. Untuk tujuan perencanaan, suatu model lalulintas yang terdiri dari campuran semua tipe data dapat digunakan. Penggunaan model semacam ini dapat menuju ke suatu konklusi, yakni sel tersebut dapat menampung sekitar 1.000 pengguna. Gambaran di atas menunjukan bahwa GPRS sangat efektif untuk pelayanan pengguna data dengan pengaruh yang minimal bagi layanan suara.

Sistim GPRS

         Secara umum General Packet Radio Service atau GPRS adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat jika dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data atau CSD.

         Jaringan GPRS merupakan jaringan terpisah dari jaringan GSM dan saat ini hanya digunakan untuk aplikasi data.

         Komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah :

        GGSN; gerbang penghubung jaringan GSM ke jaringan internet

        SGSN; gerbang penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS

        PCU; komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan GPRS

         Secara teori kecepatan pengiriman data GPRS dapat mencapai 115 kb/s. Namun dalam implementasinya sangat tergantung dari berbagai hal seperti :

        Konfigurasi dan Alokasi time slot di level Radio/BTS

        Teknologi software yang digunakan

        Dukungan ponsel

         Ini menjelaskan mengapa pada saat-saat tertentu; di lokasi tertentu; akses GPRS terasa lambat; dan bahkan bisa lebih lambat dari akses CSD yang memiliki kecepatan 9,6 kb/s

         Sistem GPRS memberikan solusi dasar untuk Internet Protocol , komunikasi antara Mobile Station dengan Internet Service Hosts (IH) atau Corporate LAN.

         Sambungan ke External packet data network lainnya dengan menggunakan IP


Komponen GPRS

Komponen-komponen utama pada jaringan GPRS adalah :

         GGSN( Gateway GPRS Support Node )à gerbang penghubung jaringan GSM ke jaringan internet

         SGSN( Serving GPRS Support Node )àgerbang penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS

         PCUàkomponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan GPRS

Fungsi Komponen GPRS

         SGSN ( Serving GPRS Support Node)

1.    mengantarkan packet data ke MS

2.    Update pelanggan ke HLR

3.    Registrasi pelanggan baru

         GGSN ( Gateway GPRS Support Node )

1.    Interface ke PDN

2.    Information Routing

– Transfer data dari PDU ke SGSN

3.    Network Screening

4.    User Screening

5.  Address Mappin

GSM

GSM memberikan suatu rekomendasi bukan suatu persyaratan. GSM
menspesifikasikan fungsi-fungsi dan antarmuka yang diperlukan secara detail bukan
mengarah ke perangkat keras yang digunakan. Alasan tersebut didasari untuk
membatasi para desainer sekecil mungkin namun tetap saja memungkinkan para
operator untuk membeli perangkat dari penyedia yang berbeda. Jaringan GSM dibagi
menjadi tiga sistem utama: sistem switching (SS), sistem base station (BSS), dan
sistem operasi dan support (OSS). Elemen dasar jaringan GSM di tunjukkan pada
gambar di bawah ini :

Sistem Switching

Sistem switching bertanggung jawab untuk melakukan proses panggilan dan fungsi pelanggan. Sistem switching mencakupi fungsional unit sebagai berikut :

 

  • Home location register (HLR) – HLR merupakan suatu basis data yang digunakan untuk menyimpan dan mengatur abonemen. HLR mempertimbangkan basis data yang paling penting, dimana menyimpan data secara permanen tentang pelanggan, termasuk layanan profile nya, informasi lokasi, dan status aktivitas. Ketika perseorangan menjadi pelanggan dari suatu operator PCS, maka dia telah terdaftar di HLR operator tersebut.

 

  • Mobile services switching center (MSC) – MSC melakukan fungsi telepon switching dari suatu sistem. MSC mengontrol panggilan ke dan dari telepon lainnya dan sistem data. Dan juga melakukan fungsi sebagai toll ticketing, antarmuka jaringan, pensinyalan kanal umum, dan lainnya.

 

  • Visitor location register (VLR) – VLR adalah basis data yang berisi informasi sementara tentang pelanggan, dimana diperlukan oleh MSC untukmelayani pelanggan yang datang berkunjung. VLR selalu terintegrasi dengan MSC. Ketika stasion bergerak menjelajahi ke dalam area MSC yang baru, VLR tersambung ke MSC yang akan meminta data tentang stasion bergerak tersebut dari HLR. Nantinya, jika stasion bergerak melakukan panggilan, VLR akan mempunyai informasi yang diperlukan untuk setup panggilan tanpa harus menginterogasi HLR setiap saat.

 

  • Aunthetication center (AUC) – unit yang disebut AUC ini menyediakan autentikasi dan enkripsi parameter untuk memverifikasi identitas pengguna dan menjamin kerahasiaan dari setiap panggilan. AUC melindungi operator jaringan dari tipe-tipe penggelapan atau kecurangan yang berbeda yang telah ditemukan saat ini di dunia selular.

 

  • Equipment identity register (EIR) – EIR adalah basis data yang berisi informasi tentang identitas dari perlengkapan mobile untuk mencegah panggilan dari pencurian, unauthorized, atau stasion bergerak yang rusak. AUC dan EIR di implementasikan sebagai node yang berdiri sendiri atau kombinasi node AUC/EIR.

 

  • Base Station System (BSS)

Seluruh fungsi dari radio dilakukan di BSS, dimana terdiri dari base station    controller (BSCs) dan base transceiver stations (BTSs).

 

–  BSC – BSC menyediakan seluruh fungsi pengawasan dan hubungan fisik antara MSC dan BTS. BSC merupakan switch berkapasitas tinggi yang melakukan fungsi sebagai handover, data konfigurasi cell, dan kontrol level daya radio frequency (RF) di base transceiver stations. Sejumlah BSC dapat dilayani oleh MSC.

 

-BTS – BTS menangani antarmuka radio ke mobile station. BTS adalah perlengkapan radio yang diperlukan untuk melayani setiap panggilan di masing-masing cell dalam suatu jaringan.

  • Operasi dan Support System

Operasi dan maintenance center (OMC) tersambung ke seluruh perlengkapan sistem switching dan ke BSC. Implementasi dari OMC disebut operasi dan support sistem (OSS). OSS merupakan wujud fungsional dari pemantauan jaringan operator dan pengontrollan sistem. Kegunaan dari OSS adalah untuk menawarkan ke langganan biaya efektif support untuk sentralisasi, regional, dan lokal operasional dan aktivitas pemeliharaan dimana diperlukan untuk jaringan GSM. Fungsi yang penting dari OSS yaitu memberikan gambaran jaringan dan dukungan aktivitas pemeliharaan dari operasi yang berbeda dan pemeliharaan organisasi.

 

Interface :

 

 

 

Awan Tag